Terima kasih ya Allah, yang maha baik, maha memberi kenikmatan dan kesempatan
Terima kasih untuk masih adanya kesempatan bertemu di bulan Ramadhan kali ini.
Kesempatan untuk memperbaiki diri
Kesempatan untuk menabung pahala (lagi) yang mana, tabungan tahun lalu sudah dipecahkan demi membayar dosa-dosa setelah itu :')
"Kantong bocor". Yah, itulah peribahasa yang tepat untuk hamba-Mu ini :') setelah mengantongi amal kebaikan, dimasukkan lagi dengan amal buruk kedalamnya dan sayangnya yang membuat kantong tersebut bocor adalah hal-hal kecil yang tak disangka-sangka ternyata sangat banyak mulai dari membicarakan orang, menunda-nunda kewajiban dan lain sebagainya.
Alhamdulillahirobbilalamin..
Entah ini adalah pertanda bahwa hamba sudah menginjak usia yang terbilang dewasa atau apa. Tapi hamba tersadar betapa beruntungnya diri ini menjadi yang terpilih mendapatkan kesempatan untuk masih bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Belum banyak perubahan yang bisa hamba lakukan tapi diri ini bersyukur karena setidaknya kesadaran sedikit demi sedikit mulai menghampiri
Mengingat hal-hal di ramadhan sebelumnya, membuat hati ini terbersik lantas meneteskan air mata.
Di Ramadhan sebelumnya,
Teman hamba masih sholat tarawih bersama, ramai, berada di masjid yang terang benderang, sesekali tertawa saat mendengarkan ceramah, menebar senyum saat berjabat tangan seusai sholat. Tapi Ramadhan kali ini ia sendiri ya Allah 😢 tak ada keramaian, tak ada cahaya yang menghiasi, gelap. Tak ada ceramah bahkan suara orang-orang sekitar, sunyi. Tak ada tangan yang bisa ia jabat bahkan untuk menggenggam kedua tangannya pun mungkin tak bisa. Iya, dia telah kembali ke sisi-Mu ya Allah. Mendahului kami dan seakan memberikan cermin besar kepada kami teman-temannya bahwa "hidup itu singkat. Tak ada satu manusia pun yang tau kapan akan meninggal. Ketika kita sudah menjumpai giliran itu, tak ada alasan untuk menolak terlebih untuk meminta kesempatan memperbaiki diri. Tak ada😢"
Pun di Ramadhan sebelumnya, Ibu, ayah, kakak, adik dari beberapa teman hamba masih ada. Mereka masih sahur bersama, berbuka bersama, sholat tarwih bersama sampai idul fitri pun bersama. Tapi kali ini.. mereka harus merasakan sahur dan berbuka yang tak biasa walaupun menu pembuka mereka sudah di jamin manis tapi kenangan manis mereka tahun lalu tak ada di tahun ini.
Lagi dan lagi..
Betapa beruntungnya hamba mendapatkan kesempatan ini.
Kesempatan karena masih bisa merasakan hal-hal manis di tahun lalu. Menu berbuka yang manis juga senyum yang manis dari mereka, ayah ibu dan keluarga tersayang.
Kesempatan karena masih bisa menabung pahala (lagi) di bulan penuh rahmat ini
Maafkan hamba-Mu ini ya Allah
Yang selama ini mempunyai banyak kekurangan
Yang selama ini terlalu banyak meminta tapi tak pernah bersyukur
Yang selama ini selalu melihat ke atas tapi tak pernah melihat ke bawah
Yang selama ini selalu merasa kekurangan di tengah ketercukupan yang ada
Yang selama ini tak bisa menjaga lisan hingga menyakiti perasaan orang lain
Yang selama ini bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu
Berkahilah hamba di bulan Rahmat ini ya Allah
Semoga apa yang engkau karuniakan kepada hamba menjadi milik hamba dan juga milik orang lain yang membutuhkannya.
Tersadar bahwa, nikmat yang sesungguhnya bukanlah memiliki banyak uang dan harta tetapi nikmat yang berkah, yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Terkadang, sesuatu yang banyak justru menjerumuskan kita kedalam hal yang sia-sia.
"Cukup" menjadi jawaban di atas segalanya 😊
Jazakillah khairan katsiran 🙏
Bumi yang tak kekal, 1 Ramadhan 1439 H (17 Mei 2018)
-Dwi Tajima-
Terima kasih untuk masih adanya kesempatan bertemu di bulan Ramadhan kali ini.
Kesempatan untuk memperbaiki diri
Kesempatan untuk menabung pahala (lagi) yang mana, tabungan tahun lalu sudah dipecahkan demi membayar dosa-dosa setelah itu :')
"Kantong bocor". Yah, itulah peribahasa yang tepat untuk hamba-Mu ini :') setelah mengantongi amal kebaikan, dimasukkan lagi dengan amal buruk kedalamnya dan sayangnya yang membuat kantong tersebut bocor adalah hal-hal kecil yang tak disangka-sangka ternyata sangat banyak mulai dari membicarakan orang, menunda-nunda kewajiban dan lain sebagainya.
Alhamdulillahirobbilalamin..
Entah ini adalah pertanda bahwa hamba sudah menginjak usia yang terbilang dewasa atau apa. Tapi hamba tersadar betapa beruntungnya diri ini menjadi yang terpilih mendapatkan kesempatan untuk masih bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Belum banyak perubahan yang bisa hamba lakukan tapi diri ini bersyukur karena setidaknya kesadaran sedikit demi sedikit mulai menghampiri
Mengingat hal-hal di ramadhan sebelumnya, membuat hati ini terbersik lantas meneteskan air mata.
Di Ramadhan sebelumnya,
Teman hamba masih sholat tarawih bersama, ramai, berada di masjid yang terang benderang, sesekali tertawa saat mendengarkan ceramah, menebar senyum saat berjabat tangan seusai sholat. Tapi Ramadhan kali ini ia sendiri ya Allah 😢 tak ada keramaian, tak ada cahaya yang menghiasi, gelap. Tak ada ceramah bahkan suara orang-orang sekitar, sunyi. Tak ada tangan yang bisa ia jabat bahkan untuk menggenggam kedua tangannya pun mungkin tak bisa. Iya, dia telah kembali ke sisi-Mu ya Allah. Mendahului kami dan seakan memberikan cermin besar kepada kami teman-temannya bahwa "hidup itu singkat. Tak ada satu manusia pun yang tau kapan akan meninggal. Ketika kita sudah menjumpai giliran itu, tak ada alasan untuk menolak terlebih untuk meminta kesempatan memperbaiki diri. Tak ada😢"
Pun di Ramadhan sebelumnya, Ibu, ayah, kakak, adik dari beberapa teman hamba masih ada. Mereka masih sahur bersama, berbuka bersama, sholat tarwih bersama sampai idul fitri pun bersama. Tapi kali ini.. mereka harus merasakan sahur dan berbuka yang tak biasa walaupun menu pembuka mereka sudah di jamin manis tapi kenangan manis mereka tahun lalu tak ada di tahun ini.
Lagi dan lagi..
Betapa beruntungnya hamba mendapatkan kesempatan ini.
Kesempatan karena masih bisa merasakan hal-hal manis di tahun lalu. Menu berbuka yang manis juga senyum yang manis dari mereka, ayah ibu dan keluarga tersayang.
Kesempatan karena masih bisa menabung pahala (lagi) di bulan penuh rahmat ini
Maafkan hamba-Mu ini ya Allah
Yang selama ini mempunyai banyak kekurangan
Yang selama ini terlalu banyak meminta tapi tak pernah bersyukur
Yang selama ini selalu melihat ke atas tapi tak pernah melihat ke bawah
Yang selama ini selalu merasa kekurangan di tengah ketercukupan yang ada
Yang selama ini tak bisa menjaga lisan hingga menyakiti perasaan orang lain
Yang selama ini bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu
Berkahilah hamba di bulan Rahmat ini ya Allah
Semoga apa yang engkau karuniakan kepada hamba menjadi milik hamba dan juga milik orang lain yang membutuhkannya.
Tersadar bahwa, nikmat yang sesungguhnya bukanlah memiliki banyak uang dan harta tetapi nikmat yang berkah, yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Terkadang, sesuatu yang banyak justru menjerumuskan kita kedalam hal yang sia-sia.
"Cukup" menjadi jawaban di atas segalanya 😊
Jazakillah khairan katsiran 🙏
Bumi yang tak kekal, 1 Ramadhan 1439 H (17 Mei 2018)
-Dwi Tajima-

0 Comments